Rabu, 25 Januari 2012

Cara Mudah dan Murah Mengajarkan Balita Membaca


Sistem pendidikan di negara kita menuntut anak-anak untuk sudah menguasai keterampilan membaca saat mereka memasuki bangku sekolah dasar. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, banyak cara dilakukan oleh orangtua, mulai dari mengajarkan balita mereka sendiri di rumah sampai memasukkan  mereka ke tempat les Calistung (membaca, menulis, berhitung). Namun, mengajarkan balita membaca memang gampang-gampang susah, karena mereka memiliki karakter dan cara belajar yang berbeda dari orang dewasa. Salah-salah, cara kita mengajar malah membuat mereka bosan, putus asa, dan yang paling parah, menjadi trauma untuk belajar.
Secara umum, ada 2 metode yang dipakai dalam pengajaran membaca, yaitu whole language (whole to part) dan part to whole. Namun, di sini saya tidak mau mengulas teori-teori tersebut secara panjang-lebar. Di sini saya hanya mau berbagi tips praktis mengajarkan balita membaca, berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri.
  1. Sediakan selalu print-rich-environment di rumah anda. Tidak perlu membeli buku-buku atau alat peraga yang mahal, kita bisa koq membuat sendiri alat peraga untuk mengajarkan anak kita sendiri di rumah, sambil bermain dengan anak-anak kita tentunya.
  2. Kenalkan huruf alfabet kepada balita anda. Daftar alfabet dapat dibuat dengan kertas karton dan pensil warna atau crayon, sambil menulis dengan pensil warna, sambil mengucapkan atau menyanyikan alfabet tersebut. Selain dengan tulisan, daftar alfabet ini bisa juga dibuat dengan potongan-potongan kertas warna-warni yang ditempelkan di atas karton, disertai dengan gambar benda/hewan yang mewakili huruf tersebut, dan tulisannya. Contohnya “A, ayam. B, Bebek. C, cangkir, dst”. Setelah jadi, tempelkan daftar tersebut pada dinding, di mana anak sering bermain di ruangan tersebut. Setiap hari, sambil bermain,ajak anak untuk “membaca” daftar alfabet tersebut dengan bernyanyi atau sekadar menunjuk sambil menyebutkan hurufnya. Di lain waktu, uji kemampuannya dengan bertanya, “Coba adik, tunjukkan huruf A yang mana ya?” “A, ayam”. Beri imbalan tepuk tangan atau ciuman hangat ketika si kecil berhasil menunjukkan huruf yang dimaksud.
  3. Pengenalan alfabet bisa juga dilakukan dengan bermain lilin malam dengan cetakan huruf alfabet, yang dapat dibeli di toko2 buku terdekat dengan harga terjangkau. Ajak si kecil untuk membuat kue huruf. Minta dia menunjukkan cetakan dari huruf yang kita maksud. Contohnya, “Dik, yuk kita buat kue C. Coba, huruf C yang mana ya?” jika si kecil lupa,  ingatkan dia dengan asosiasi benda yang sudah dibuat di daftar alfabet, contohnya: “Coba cari huruf C, Cicak”. Lakukan permainan ini secara teratur, misalnya dua hari sekali.
  4. Ketika anak sudah hafal dan mengerti sistem alfabet, lanjutkan dengan pengenalan cara membaca kata. Pengenalan ini bisa dilakukan dengan mengajarkan bunyi per-suku kata. Contohnya,  a-yam, be-bek, i-kan, i-bu, ma-ma, dst. Lain kali tunjukkan kata-kata dengan suku kata yang sama, contohnya a-yam, a-yah, a-nak, a-di, dsb. Agar pelajaran ini lebih bermakna dan cepat diserap oleh si kecil, selalu mulai mengajarkan kata-kata dari benda-benda yang ada di sekelilingnya, misalnya ma-ma, pa-pa, ka-ka, ne-ne, su-su, dsb. Poster cara belajar membaca seperti ini dapat diperoleh di toko-toko buku terdekat atau di tukang poster emperan jalan dengan harga terjangkau.
  5. Buat benda-benda di sekitar rumah anda sebagai alat peraga belajar membaca yang bermakna bagi si kecil. Caranya, ketik kata-kata seperti lemari, meja, kursi, pintu, jendela, kompor, kulkas, dll, dengan font yang agak besar dan jelas, sehingga mudah “dibaca” oleh anak. Cetak, laminating, tempelkan pada benda-benda yang dimaksud. Ketika si kecil sedang bermain di sekitar benda tersebut, ajak dia untuk sama-sama membaca tulisan yang telah kita tempelkan. Contohnya: ” Dik, lihat, pin-tu, pintu”, sehingga dia mengerti dan berpikir kalau tulisan tersebut penting. Lain kali jika si kecil lewat tulisan tersebut, jangan terkejut bila dia bertanya, “Ini bacanya apa ya Ma?” atau malah menunjukkan kepada anda, “Mama, ini pintu” sambil menunjuk tulisan yang ditempel pada pintu tersebut.
  6. Bacakan buku cerita kepada si kecil. Buat acara membaca bersama semenarik mungkin sedari dini, sehingga tertanam pikiran bahwa membaca itu penting dan menyenangkan.
  7. Yang terpenting dari semua usaha di atas adalah komitmen anda untuk selalu menyediakan waktu yang berkualitas bagi si kecil, kesabaran, dan do’a. Ingat, masa balita adalah masa periode emas (golden period) di mana anak dapat dengan mudah menyerap semua yang diajarkan kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar